Obyek Mata Air Cokro

Obyek Mata Air
Cokro ( OMAC ) Jarak ± 17 km kearah
utara dari kota Klaten Terletak Di Desa Cokro Kecamatan Tulung.memiliki luas ±
15.000 m2 , merupakan salah satu obyek wisata favorit di Klaten. Kawasan wisata
air ini selalu ramai karena lokasinya sejuk, bermata air jernih dan pemandangan
alur sungai yang indah. Kesejukan Obyek Wisata OMAC banyak dipengaruhi
pepohonan besar yang dilestarikan oleh pengelola sumber mata air yang juga
menghidupi warga Kota Surakarta, Selain tempatnya yang nyaman ka rena dikelilingi
puluhan pohon raksasa yang menjulang tinggi , mata airnya terus mengalir
memenuhi tempat permandian. di tempat ini terdapat banyak fasilitas yang mendukung selain mata airnya yang jernih di tempat ini juga terdapat waterboom dan flying fox.
Sejarahnya dahulu, Umbul Cokro
bernama Umbul Ingas,
karena sumber mata airnya berasal dari pepohonan Ingas. Sumber mata
air ini sudah sedari zaman pemerintahan Raja Keraton Kasultanan Surakarta SISKS
Paku Buwana ke- IX, mengaliri Wisata Umbul Cokro.
Kolam mata air di sini memiliki kedalaman 80 cm dihiasi oleh bebatuan kali, dan
jangan khawatir karena arus air di Umbul Cokro
sangatlah tenang.
Obyek Mata
Air Cokro ( OMAC ) dengan
panorama alamnya yang sejuk dan indah, dan juga disini ada kolam renang, warung
warung untuk santai serta lahan untuk tempat peristirahatan yang teduh di bawah rindangnya
pepohonan yang besar dan kicauan burung. Obyek wisata ini sangat ramai apabila
menjelang bulan puasa tiba banyak pengunjung yang padusan di obyek ini dengan
kepercayaan bahwa puasanya akan dapat lancar tanpa halangan suatu apapun. Padusan
biasanya dilaksanakan H-1 puasa ramadhan. karena konon air yang mengalir di
sumber mata air ini adalah air suci dari surga yang dapat digunakan untuk
mensucikan diri.
Lokasi dan HTM :
Untuk mencapai Cokro, jika
berada di daerah Delanggu (kota kecil yang terletak di jalan raya antara
Yogya-Solo), menggunakan angkutan umum jurusan Tulung atau bus jurusan Klaten lewat Cokro
(bus Tegal Gondo-Klaten). Bila berada di Delanggu tinggal menuju arah barat ke
Cokro. Kalau dulu sebelum ada bus, orang dari Delanggu menuju ke Cokro
menggunakan delman atau bahasa setempat mengatakan andong dan dokar. Begitu
juga kalau arah dari Boyolali, maka nanti ketika sampai di kota kecil kecamatan
Tulung, orang masih menggunakan angkutan tradisional andong dan dokar.
Untuk tiket masuk ke mata air cokro tergolong merakyat karena kita hanya cukup membayar Rp. 7.500 untuk hari biasa dan Rp. 11.500 untuk holiday atau weekend atau hari sabtu dan minggu. sedangkan untuk flying fox kita cukup membayar Rp.15.000 untuk satu kali naik.
Obyek Mata Air Cokro memang sangat recomended untuk wisata namun sangat disayangkan pengolahan sampah dari tempat ini masih belum memadai. jadi untuk para wisatawan budayakan untuk membuang sampah pada tempatnya jangan dibuang dipekarangan warga atau disembarang jalan. karena sebagai warga Indonesia yang baik maka kita harus saling menghormati dan menghargai budaya masing masing. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar